Ruang Publik Zaman Ibu Sylviana

taman_pramuka.jpgTerhampar di atas lahan seluas 2.844 meter persegi, Taman Pramuka di Jalan Pramuka, nampak bagaikan seorang gadis yang baru selesai bersolek. Cantik. Saefullah, Sekda Provinsi DKI Jakarta yang meresmikan taman itu pada 14 Agustus 2014 lalu, nampak tersenyum. Begitu pula Sylviana Murni, Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta bersama ratusan anggota pramuka yang hadir menyaksikan peresmian taman itu, nampak gembira. ‘’Saya minta taman ini dijaga dan dirawat agar tetap indah dan membawa manfaat,’’ kata Saefullah seraya melirik ke arah Sylvi.

 Sylvi balas melirik dengan diiringi senyum. Tidak hanya pada Saefullah. Tetapi juga menabur senyumnya  ke arah ratusan anggota pramuka lainnya. Sylvi seakan meminta pada semua anggota pramuka menyimak dan melaksanakan harapan Saefullah yang berarti harapan Pemerintah DKI Jakarta, agar menjaga dan merawat taman yang baru dipugar itu.

Taman Pramuka bukan taman baru. Taman ini sudah lama ada. Namanya Taman Genjing. Disebut Taman Genjing karena lokasinya berada dekat Pasar Genjing, Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Sebelum dipugar, taman ini nampak kotor dan kumuh. Tidak jarang, di taman itu sering terlihat kaum PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) istirahat dan bahkan tidur-tiduran. Bahkan pernah juga ada orang gila. Kondisi taman itu kian merana karena tidak jarang pula PKL membuang sampah dan air kotor. Byurrrr, kuah bakso disiburkan ke taman itu. Tak ada yang peduli.

            Sylvi sedih bukan karena taman itu tidak terawat, kotor dan bau. Tapi juga keberatan taman itu diberinama Taman (Pasar) Genjing. ‘’Jangan mengaburkan sejarah,’’ katanya.

            Apa pasal?

Ternyata, di taman itu ada semacam tugu yang terkait dengan pembangunan Jalan Pramuka pada dekade tahun 70an. Pembangunan jalan di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Timur itu, ternyata melibatkan banyak anggota pramuka. Untuk mengenang partisipasi pramuka di era Gubernur Ali Sadikin itu, dibuatlah tugu. Jadi, ‘’Jangan melupakan sejarah,’’ kata Sylvi lagi.

Agar fakta sejarah tidak lenyap begitu saja, Sylvi mita nama Taman Genjing diganti menjadi Taman Pramuka. Sama dengan nama pasar yang ada di seberang (masuk wilayah Jakarta Timur) jalan yang diberinama Pasar Pramuka.

Sylvi kemudian menemui Gubernur Jokowi untuk meminta pergantian nama Taman Genjing itu menjadi Taman Pramuka. Gubernur Jokowi tidak hanya setuju penggantian nama. Tapi juga setuju taman itu dipugar hingga tidak hanya sekedar menjadi taman yang indah. Melainkan juga men jadi ruang terbuka hijau yang sangat dibutuhkan Jakarta. ‘’Alhamdulillah,’’ ucap Sylvi bersyukur.