Delapan Puluh Menit Sebelum Dikukuhkan Sebagai Profesor

wisuda.jpg Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni SH.MSi, mantan None Jakarta 1981 yang kini dicalonkan untuk jabatan wakil gubernur mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono. Perempuan ini adalah birokrat tulen. Alhamdulillah, saya mengenal ibu dari dua orang anak dan nenek dari empat orang cucu ini. Saya mengenalnya dalam kapasitas sebagai wartawan.

Saya menghormatinya karena sylvi tak segan-segan mengingatkan saya untuk sholat, baik sholat wajib maupun sholat sunnah. Pada suatu subuh, Sylvi mengirimi saya SMS. Selain mengingatkan waktu sholat segera tiba, dia juga memberitahu akan ke Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, setelah sholat subuh.
"Ada apa di Mangga Dua bu?" 
"Lho ga dengar kebakaran tadi?" Ujarnya. "Saya akan ke sana sebelum ke Uhamka?," tambahnya.

Setelah sholat subuh, sy bergegas ke Mangga Dua. Ketika sy tiba di lokasi kebakaran (RW 04) jam menunjukkan pukul 06.40 dan Sylvi sudah ada di situ. Penampilan perempuan ini sangat sederhana. Hanya sedikit polesan bedak, Sylvi mengenakan kain dan kebaya yg juga sederhana dengan rambut disanggul. Penampilan yang sangat bersahaja, jauh dari sikap formal seorang walikota. 

Sylvi berbincang-bincang dengan warga. Terlihat sangat akrab. Sylvi kemudian memanggil lurah Mangga Dua Selatan, Uus Kuswanto. Sylvi membisiki lurah yang kemudian isi bisikan itu saya ketahui berisi perintah agar lurah segera membagikan sembako dan mendirikan dapur umum. Sylvi pamit dan meminta para korban untuk bersabar dan menerima musibah sebagai cobaan dari Allah.

Ajudan memberi isyarat dan Sylvi bergegas meninggalkan lokasi. Lalu lintas sudah ramai. Sylvi harus ada di Universitas Hamka pukul 08.00 pagi karena pada pukul 08.15 Sylvi dijadwalkan menerima anugrah gelar Profesor. Luar biasa. Pukul 08.05 Sylvi tiba di kampus Uhamka di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saya sedikit terkejut, ketika naik mobil di Mangga Dua dan turun di Uhamka, Sylvi nampak beda. Dandanannya sdh rapi. Dia cantik sekali. "Ibu sudah biasa dandan dan ganti pakaian di mobil;" kata Herry, ajudan walikota. Di mobil ada tirai dimana Sylvi bisa ganti pakaian tanpa terlihat oleh ajudan maupun sopir.

Luar biasa. Ketika menyampaikan pidato pengukuhannya, tepuk tangan para undangan dan civitas akademika nyaris tak pernah putus. Apalagi ketika menyampaikan konsep "Bekerja Tanpa Mengenal Ruang dan Batas Waktu" gemuruh tepuk tangan membahana. Sylvi menegaskan bisa memerintah dan memonitor 44 lurah dan 8 camat sekaligus. Apa yang diungkapkan Sylvi pada pidato pengukuhan itulah yang kemudian kita kenal dengan istilah e-Government yang bertumpu pada kecanggihan teknologi. 
Hari itu, Kamis, 20 Agustus 2009 atau sekitar 80 menit setelah meninjau lokasi kebakaran di Mangga Dua Selatan, Sylvi secara resmi menyandang gelar professor hingga nama lengkap calon wakil gubernur ini adalah : Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni SH, MSi.